Jumat, 16 Agustus 2013

Garuda pincang

           GARUDA BERSAYAP SEBELAH
inilah tangan negri ku
tangan yg bisa remukan jiwa yg kaku
yang tersayat
yang terpasung
yang terbanting dlm kehidupan

inilah wajah negriku
wajah yg slalu d hujat dan d maki
menjadikan bunga layu sebelum berkembang

inilah negriku
negri simbol lemah raga dan jiwa
garuda yg bersayap sebelah
namun slalu bersemayam dlm hati

inilah negriku
semua trasa semu
sesaat tersenyum
sesaat tertawa
sesaat menangis
melihat kehidupan penuh dengan titik kedustaan
melihat pencerahan bertopeng kepalsuan

wahai negriku
sadarlah tentang kehidupan yg memilukan
sadarlah akan untaian memabokan
yg tersusun oleh alunan bait kehidupan
yg sumbang dengan senandung kehidupan

inilah negriku
negri kaya raya
miskin rakyatnya

Rabu, 17 Juli 2013

Tanpa jawab

mengungkap tanya yg tak pernah terjawab
mengikis gelora tuk gapai sang asa
sayapnyapun tak lagi mampu terkepak
tersayat pedang ketidak pedulian

hingga saat sang senja terlelap d pangkuan malam
dan dingin malam bekukan persendian
serta gelap malam butakan jiwa
sebuah tanya belum juga terjawab

bila kau tak mampu lg terbang berlarilah
tapi pasung masih membelenggu kuat
hanya mampu memaki dan membenci diri sendiri
mencurigai rencana hidup sendiri
SANGASA INDAH NAMUN MENYAKITKAN

sAnGasA

dalam palung hati yg haus sangasa
dalam dentingan melodi penyayat jiwa

aku coba teriak...
aku bukan batu karang yg tegar dterjang ombak
aku hanya ranting kering yg patah tertiup angin

mengapa????
hanya karena menanti jawab sebuah tanya
hanya karena hasrat menggapai sang asa
hanya karena ego semata

aku telah terlena dalam manis dunia
ampun ku padaMU TUHAN
karena tiada bidadari di surga nanti yang aku harap selain dia sangASA